Thursday, October 20, 2016

sering beribadah tapi masuk neraka???

                

                Tumbuh di kota yang padat dan sibuk membuat keyakinan idrus kerap kali goyah, sebab lalu lalang manusia dan segala kepribadian mereka acap kali memuat banyak hal negatif berterbangan diruang benak idrus.
                Idrus kecil  hidup dengan dibekali ilmu agama yang kuat dari sang ayah, hari-harinya tak lepas dari beribadah dan bersedekah dan tak jarang pula idrus membantu orang-orang yang membutuhkannya.
Walaupun watak keras sang ayah yang kerap kali membuat dirinya ketakutan, tak membuat  idrus kecil mundur untuk memperdalam ilmu agamanya, sebab ia sudah mengetahui terlebih dahulu bahwa watak keras sang ayah sejatinya ditujukan untuk kebaikan pribadinya kelak.

                Tahun demi tahun idrus lalui dengan keyakinan dan keteguhan  hati yang tinggi, momen per momen dia jalani dengan lurus tanpa harus tersesat ataupun sekedar untuk bertanya, hingga saat waktu tiba sang maha pencipta harus mengambil nyawa kedua orang tua yang selalu idrus cintai, tak ada tangis yang meraung dari mulut idrus tetapi rasa sedih pun pastilah harus ada di dalam hatinya,  dia hanya meyakini serta setia berdoa hingga kelak di cabut pula ruh didalam raganya.

                Idrus kecil sekarang mulai beranjak dewasa begitu pula nalurinya, berbekal kesederhanaan dan ilmu agama yang melimpah idrus menjadi seseorang yang begitu berbeda di mata orang-orang , idrus bukanlah seorang pemuka agama ataupun seorang yang menegakan ajaran agamanya secara terang terangan melainkan dia selalu menyelipkan ilmu keagamaannya di beberapa kata di pelbagai perbincangannya, sebuah hal yang menarik bagi orang-orang seperti alifa, seorang perempuan teman idrus bekerja di perusahaannya.

                Sifat baik, rajin dan ulet membuat idrus yang juga dermawan mendapatkan penaikan jabatan di perusahaan tempat dia bekerja, tidak ada rasa iri ataupun dengki dari teman-teman idrus melainkan hanya rasa percaya  di berikan teman-teman nya kepada idrus, begitu pula alifa obrolan demi obrolan telah dia lewati dengan idrus tak terkecuali semua pertanyaan yang dia ajukan kepada idrus, semuanya terjawab istimewa di dalam lirihnya.
                Setelah sekian lama mengenal idrus dan alifa pun saling menyimpan rasa kepercayaan satu sama lain dan mulai melakukan ta’aruf, tawa demi tawa senyu pun tak luput dari serasinya pasangan ini,  tak pernah ada prahara yang membuat benci satu sama lain.

                Pernikahan itu pun terjadi, idris dan alifa melangsungkan pernikahan yang sederhana dan elegan,lantunan ijab idris begitu nyaring terdengar begitupun ucapan hadirin yang mensahkan tanda doa dan harapan mereka terkabul.
                Dua bulan menikah alifa pun mendapati rahimnya dalam keadaan berisi,
Dan sepuluh bulan kemudian mereka pun menyambut sepasang bayi kembar yag begitu cantik dan sempurna, hari demi hari mereka lalui penuh kasih dan sayang tak terkecuali untuk sepasang bayi mereka.

               
Berselang dua tahun kemudian tuhan yang maha kuasa mulai memberikan mereka banyak cobaan dari yang terkecil maupun cobaan besar.
 Jumat sore yang begitu cerah membuat alifa dan kedua anaknya mencoba untuk membuat kejutan kepada sang suami, karena hari itu adalah hari dimana mereka merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-tiga.
                Alifa duduk di depan setir mobilnya dan kedua anaknya duduk manis di kursi belakang, perjalanan yang begitu menyenangkan bagi alifa senyum ceria terlihat jelas terpampang di  raut wajahnya, sesekali alifa pun mengajak ngobrol kedua anak cantiknya itu.
                Seratus meter di jalan tepat di seberang sebelah kanannya alifa melihat kedepan perusahaan tempat idrus bekerja, dia pun tersenyum sebab idrus baru saja keluar dari pintu dan hendak untuk pulang , alifa pun mencoba untuk mendekati idrus dengan mobil yang ia kemudikan,  sesaat  sebelum alifa mendekat idrus pun menoleh kea rah mobil alifa seolah ia sudah mengetahuinya idrus pun tersenyum.
                Tetapi senyuman idrus adalah senyuman kepedihannya karena  sesaat sebelum mobil alifa mendekat sebuah truk yag hilang kendali menambrak bagian belakang mobil alifa sampai mendorong  dan menggulingkan mobilnya hingga puluhan meter, idrus yang kepanikan lalu berlari dan mendekati mobil sang istri, orang-orang pun bergerombol dan mencoba menolong kejadian  yang dialami alifa sampai beberapa saat ambulan pun tiba.

                Sesampainya dirumah sakit alifa dan sang anak pun langsung di rawat intensif, idrus yang tak mempunyai sanak saudara yang dekat begitu pula alifa perempuan yang merantau jauh, membuatnya khawatir dan mencoba untuk menemani alifa dan mendoakan kesembuhannya.
                Seminggu berselang alifa pun mulai tersadar dan beberapa hari kemudian alifa mulai bertanya kepada idrus “dimana anak kita?” Tanya alifa, sambil memegang tangan alifa idrus pun menjawab “mereka sudah berada di surga” sembari mengeluarkan air matanya idrus pun menjawab, alifayang gemetaran mulai duduk seakan tidak memepercayainya alifa pun mencoba untuk berdiri, tetapi idrus yang khawatir memeluknya erat.
                Bibir yang bergetar menghadirkan banyak air mata di kanvas wajah alifa, dia pun tak henti-hentinya berbicara kepada idrus seakan-akan idrus membohonginya.
Sampai alifa benar benar pulih dan dokter mengizinkan mereka untuk pulang kerumah, tak banyak perbincangan yang alifa lakukan hanyalah merenung dan meratapi kehilangan anaknya, hari demi hari dilalui idrus dengan menguatkan hati sang istri hingga pada akhirnya sang istri terlihat mulai ceria dan mulai menyuruh idrus untuk kebali bekerja sembari memasang senyuman kepada idrus.
                Idrus pun mengiyakan dan bergegas untuk kembali bekerja,
 Sesampainya di kantor idrus mendapati teman teman yang berbeda muka dan mencoba pergi ke ruang manager untuk memberitahukan kembali kepulangannya, setelah berbincang dengan sang manager kejadian yang ia harapkan pun benar-benar terjadi sang manager yang marah memaksa dirinya untuk mengundurkan diri, sebab di saat-saat kejadia genting di perusahaanya dia tak pernah datang hingga perusahaan yang dia tangani mengalami kemunduran dan mengalami pemutihan karyawan dan staff.

                Idrus pun menghela dalam oksigen dimulutnya dan menerima segala keputusan sang pimpinan dia hanya menerima dan sabar berharap di esok hari dirinya mampu medapatkan pekerjaan baru.
                Langkah yang tertunduk mengharuskan idrus memberitahukan semua kejadian ini kepada sang istri walaupun terasa berat baginya, sesampainya di depan rumah idrus pun membuka pintu dan mengucapkan salam tetapi tak ada jawaban yang istrinya berikan, idrus pun mulai panik dan berlari mencari istrinya, sesampainya di dapur idrus ulai gemetar sebab ia melihat istrinya dilumuri begitu banyak darah disekujur tubuhnya.
Diapun tertunduk dan memeluk sang istri kuat-kuat dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

                Kota yang begitu ramai membuat idrus mengalami banyak perubahan akan tetapi bakat agama yang ia miliki masih tetapmelindunginya dari segala macam godaan.
Hingga akhir tiba dia tak pula mendapatkan pekerjaan dan tak banyak teman yang berada disampingnya, idrus yang kebigungan pun mencoba mencari kehidupan baru.
                Yang dia putuskan adalah untuk berhijrah tempat dan menyebrangi pulau, tetapi di sela sela perjalanan di perahu yang dia tumpangi dia melihat sebuah pulau yang kecil dan indah, terbesit keinginan untuk tinggal disana tetapi perahu takan ungkin berhenti hanya untuk dirinya, diapun loncat dan berenang keseberang pulau itu.

                Sesampainya disana ternyaata angannya pun benar pulau itu begitu indah dan mempunyai sebuah penampungan air tawar  puluhan pohon kelapa yang membuat dirinya yakin bisa bertahan hidup disana.
Hari bulan tahu dilaluinya dengan hal yang positif dan melakukan ibadah, sampai di ahir hayatnya dia pun tersenyum pasrah dan berharap bertemu keluarganya disurga.


                TETAPI APA YANG DIA HARAP TERNYATA TAK SEPERTI APA YANG DIA INGINKAN DIA MASUK DIANTARA SELA-SELA BEBATUAN GERSANG YANG BEGITU PANAS TERCEBUR KEDALAM LUBANG PENUH KENISTAAN, DIAPUN TERBELALAK HERAN DAN BERTANYA KEPADA ALLAH SWT, YA ALLAH KENAPA HAMBA BERADA DISINI DI TEMPAT YANG PALING HAMBA TAKUTKAN?
ALLAH SWT MENJAWAB”SESUNGGUHNYA PERBUATAN BAIKMU TAK CUKUP UNTUK MEMBUATMU KEKAL DISURGA”
IDRUS PUN BERTANYA KEMBALI LANTAS APA YANG MEMBUAT HAMBA SALAH SEMENTARA HAMBA SELALU MENJALANKAN APA YANG ALLAH SWT PERINTAHKAN?
ALLAH SWT MENJAWAB “ APAKAH ENGKAU TAK MEYAKINIKU BAHWA DI SETIAP FIKIRAN DAN HATIMU AKU SELALU BERADA DISANA? , LANTAS APA YANG ENGKAU FIKIRKAN SAAT DIRIMU BERADA DALAM LINGKARAN TAKDIR YANG AKU BUAT UNTUKMU? DAN APA YANG ENGKAU YAKINI DISAAT ENGKAU BERADA DI JALAN YANG PENUH ARAH?”

IDRUS YANG MALANG PUN MULAI MENYADARI BAHWA DISAAT APA YANG DIA ALAI DIA SELALU MENGELUH DAN KADANG IYA TAK MEYAKINI APA YANG SEDANG TERJADI, DISAAT ANAKNYA HILANG IA SELALU MENGELUH, KENAPA SESINGKAT INI?
DISAAT  PEKERJAANNYA MENGHILANG IA SEMPAT INGIN MENCOBA MEMBOHOGI SANG ISTRI KARENA DAMPAK PSIKISNYA?
DISAAT DIA KEHILANGAN SANG ISTRI, IDRUS YANG MALANG SEMPAT MENCOBA UNTUK MELAKUKAN HAL YANG SAMA?
DAN DISAAT DIA PERGI KE PULAU TAK BERPENGHUNI DIA MELAKUKANNYA KARENA BERFIKIR UNTUK MENJAUHI SEMUA ORANG YANG MEMBUATNYA SEPERTI INI?
DISAAT IDRUS MEMINUM SELALU MENGELUH KENAPAHABA HARUS MEMINUM AIR INI LAGI?
DAN DISAAT DIA MAKAN DIA SELALU MENGELUH BAHWA DIRINYA MULAI JENUH MENELAN KELAPA?




MOHON mAAF JIKA ADA SALAH KATA SEMUA YANG SAYA TULIS ADALAH FIKTIF DAN KHAYALAN SEMATA, AGAR PEMBACA BISA MENGAMBIL HIKMAH DAN POSITIFNYA SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.


0 komentar

Post a Comment